BERITA
Industrial Mathematics Week 2026: Menjembatani Matematika, Industri, dan Tantangan Dunia Nyata
BANDUNG, ITB – Kelompok Keahlian Matematika Industri dan Keuangan (KK MIK), Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Institut Teknologi Bandung (ITB), kembali menggelar Industrial Mathematics Week (IMW) pada 6–17 Juli 2026. IMW mempertemukan mahasiswa, peneliti, akademisi, dan praktisi untuk mengeksplorasi penerapan matematika pada berbagai persoalan nyata di masyarakat. Kegiatan ini berfokus pada pengembangan matematika terapan di bidang industri, keuangan, rekayasa, dan life sciences.
IMW 2026 hadir melalui tiga rangkaian utama, yaitu International Summer Course, International Conference Day, dan Public Seminar on Women in Mathematics and Sciences. Ketiga rangkaian tersebut menghadirkan berbagai kegiatan yang menghubungkan pengembangan teori matematika dengan penerapannya dalam berbagai bidang. IMW 2026 diselenggarakan bersama PUI-PT PRISM (Centre of Excellence in Predictive Risk and Simulation Modelling) dan P2MS (Centre of Mathematical Modelling and Simulation) sebagai upaya memperkuat kolaborasi dalam penelitian, inovasi, dan pengembangan akademik.
International Summer Course in Mathematical Modelling for Solving Industrial Challenges: Linking Theory and Practice berfokus pada penerapan mathematical modelling untuk menyelesaikan berbagai permasalahan industri. Program ini mencakup lima bidang, yaitu Mathematics in Insurance, Mathematics in Business, Operations Research, Optimization Methods, serta Machine and Deep Learning. Melalui program tersebut, peserta memperoleh kesempatan untuk memahami konsep sekaligus mengeksplorasi penerapan metode matematika dalam menghadapi tantangan di dunia industri.
Summer Course menghadirkan berbagai akademisi dan praktisi dari dalam maupun luar negeri. Pembicara yang hadir di antaranya Assoc. Prof. Joey Zhou dan Assoc. Prof. Geoffrey Chua dari Nanyang Technological University (NTU), Singapura; Ari Andricopoulos, PhD dari RoomPriceGenie, Swiss; Cheng Hwee Sim dari Integrated Decision Systems Consultancy (IDSC), Singapura; serta Ghany Hanifan Muslim. Selain itu, kegiatan ini juga menghadirkan Adhe Kania, PhD, Rudy Kusdiantara, PhD, dan Muhammad Islahuddin, MSc dari ITB.
Summer Course tersedia dalam tiga pilihan pembelajaran, yaitu in-person course, in-virtual course, dan online lectures. Peserta in-person course dan in-virtual course mengikuti sesi kuliah dengan total 90 jam pembelajaran, hands-on workshop, serta modelling project yang mengaplikasikan metode yang dipelajari untuk menyelesaikan permasalahan industri secara berkelompok. Sementara itu, peserta online lectures mendapatkan akses penuh terhadap materi kuliah, dengan sesi kuliah dan hands-on workshop diselenggarakan pada 6–10 Juli 2026, sedangkan modelling project berlangsung pada 13–17 Juli 2026.
Selain Summer Course, IMW 2026 menghadirkan International Conference Day sebagai forum diskusi akademik, pertukaran wawasan, dan kolaborasi interdisipliner. Forum ini mempertemukan akademisi, peneliti, mahasiswa, dan praktisi untuk membahas perkembangan penelitian terkini serta aplikasi matematika dalam berbagai disiplin ilmu. Melalui forum tersebut, peserta dapat bertukar gagasan dan memperluas perspektif mengenai perkembangan matematika serta penerapannya dalam menghadapi berbagai persoalan nyata.
Conference Day menghadirkan invited talks, presentasi, dan diskusi interaktif yang membahas perkembangan terkini penerapan matematika dalam sistem kompleks maupun penyelesaian masalahan praktis. Berbagai topik yang dibahas meliputi dynamical systems and control, mathematical epidemiology and applications to public health, fluid dynamics and environmental modelling, serta financial mathematics and actuarial science. Kegiatan ini diselenggarakan secara terbuka bagi mahasiswa sarjana, mahasiswa pascasarjana, akademisi, dan praktisi pada 13–14 Juli 2026.
Conference Day juga menghadirkan sejumlah pembicara dari ITB dan NTU. Bidang Control Theory menghadirkan Prof. Dr. Janson Naiborhu dan Prof. Dr. Roberd Saragih dari ITB, sedangkan bidang Mathematical Epidemiology menghadirkan Prof. Dr. Nuning Nuraini dan Dr. Mochamad Apri dari ITB. Bidang Fluid Dynamics menghadirkan Prof. Dr. Sri Redjeki P., Prof. L. H. Wiryanto, dan Prof. Dr. Agus Yodi Gunawan dari ITB, sementara bidang Financial Mathematics and Actuarial Sciences menghadirkan Prof. Novriana Sumarti dan Dila Puspita, PhD dari ITB, serta Assoc. Prof. Joey Zhou dari NTU, Singapura.
Rangkaian IMW 2026 juga dilengkapi dengan Public Seminar on Women in Mathematics and Sciences dengan tema “The Symmetry of Intelligence”. Seminar ini membahas peran dan kontribusi perempuan dalam perkembangan matematika dan sains, mulai dari pengembangan metodologi dan pendekatan analitis hingga penerapan mathematical modelling, komputasi, dan pengembangan algoritma. Seminar ini diharapkan menjadi ruang bagi peneliti, pendidik, mahasiswa, dan praktisi untuk mendorong kolaborasi serta menciptakan lingkungan akademik yang lebih inklusif dalam perkembangan matematika dan sains.
Administrator
04-08-2026
FMIPA ITB Meresmikan Ruang Inspirasi Alumni dalam Acara 'Pulang Kampus’ Sebagai Wadah Kolaborasi
FMIPA ITB Meresmikan Ruang Inspirasi Alumni dalam Acara 'Pulang Kampus’ Sebagai Wadah Kolaborasi
Bandung, 20 Juni 2026 – Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Institut Teknologi Bandung (FMIPA ITB) menggelar kegiatan peresmian Ruang Inspirasi Alumni FMIPA ITB pada Sabtu (20/6/2026). Kegiatan ini merupakan momentum penting dalam mempererat hubungan antara fakultas, alumni, dan mahasiswa melalui wadah kolaboratif yang mendukung berbagi pengalaman, inspirasi, serta pengembangan kompetensi dan karier.
Aep Patah, S.Si., M.Si., Ph.D., selaku Dekan FMIPA dalam sambutannya menyebutkan alumni merupakan sumber kekuatan bagi civita akademika ITB, khususnya untuk FMIPA. “Ruang Inspirasi Alumni merupakan dikhususkan untuk para alumni FMIPA dan ITB dalam rangka memperkuat ikatan ITB FMIPA dan para alumninya. Karena kami memandang bahwasanya alumni adalah salah satu sumber kekuatan bagi kami untuk terus maju. Tanpa ada kontribusi alumni, tentunya perkembangan dari institusi kita tidak akan banyak perubahan. Oleh karena itu, harapannya adalah memberikan jalan dan menambah ikatan untuk para alumni dalam berkolaborasi untuk pengembangan karir”, ujarnya (20/6/2026).
Selanjutnya, Indra Rinaldhi selaku ketua ikatan alumni kimia dalam sambutannya juga menyebutkan bahwasanya tantangan saat ini adalah menyelaraskan antara ilmu pendidikan dengan dunia industri. “Memang, tantangan kita semua adalah bagaimana bisa segaris antara ilmu pendidikan ITB dengan dunia industri di Indonesia. Dengan adanya Ruang Inspirasi Alumni ini diharapkan dapat menjawab tantangan tersebut melalui kolaborasi, saling sharing, dan berbagi inspirasi”, ujarnya (20/6/2026).
Setelah seluruh sambutan telah selesai, acara dilanjutkan dengan sesi games. Para alumni menjawab pertanyaan terkait FMIPA ITB dengan aktif dan antusias. Sesi games berakhir dengan 4 pemenang yang meraih hadiah kit FMIPA ITB dan dilanjutkan campus tour. Tour tersebut di pandu oleh panitia dan himpunan mahasiswa sesuai dengan jurusan masing-masing.
Para alumni Program Studi Matematika dan Aktuaria kemudian diarahkan menuju Gedung CAS lantai 5 untuk mengikuti rangkaian acara berikutnya. Panitia dari Himpunan Mahasiswa Matematika dan Aktuaria ITB (HIMATIKA ITB) telah menyediakan ruang Study Hall sebagai tempat berkumpul dan berinteraksi bagi para alumni.
Kegiatan diawali dengan sambutan dari Denny Ivanal Hakim, S.Si., M.Si., Ph.D., selaku Kepala Program Studi Sarjana (S1) Matematika. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Dr. Wahyu T. Setyobudi, M.M., selaku Ketua Ikatan Alumni Matematika Institut Teknologi Bandung (IAMA ITB). Rangkaian sambutan kemudian ditutup oleh Jason Ferdyanto selaku Ketua HIMATIKA ITB periode 2026/2027.
Setelah sesi pembukaan, acara dilanjutkan dengan permainan tebak kata yang dipandu oleh seorang game master. Suasana kegiatan berlangsung meriah dan interaktif, terlihat dari antusiasme para alumni maupun dosen yang hadir dalam menebak kata-kata yang diberikan.
Usai sesi permainan, Dr. Yuli Sri Afrianti, S.Si., M.T., selaku Kepala Program Studi Sarjana dan Magister Aktuaria, menyampaikan pemaparan mengenai perkembangan Program Studi Matematika dan Aktuaria dari waktu ke waktu. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan berbagai informasi terkait program sarjana dan magister, peluang beasiswa, program magang, serta berbagai program akademik lainnya yang saat ini tersedia di FMIPA-M. Selain itu, beliau juga memaparkan sejumlah prestasi yang berhasil diraih oleh mahasiswa Matematika dan Aktuaria dalam beberapa waktu terakhir.
Sesi pemaparan kemudian dilanjutkan oleh Kevin Lucius Hosea, selaku Ketua Hubungan Alumni dan Dosen HIMATIKA ITB periode 2026/2027. Dalam kesempatan tersebut, ia memperkenalkan berbagai program kerja dan kegiatan yang diselenggarakan oleh HIMATIKA ITB, seperti Dies Natalis HIMATIKA ITB, Perayaan Wisuda, serta berbagai kegiatan kemahasiswaan lainnya. Ia juga menyampaikan sejumlah pencapaian yang berhasil diraih oleh anggota HIMATIKA ITB di berbagai bidang.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan sesi ramah tamah yang memberikan kesempatan kepada para alumni untuk bersilaturahmi, menikmati hidangan yang telah disediakan, serta berdiskusi dengan mahasiswa mengenai perkembangan dan kondisi terkini program studi.
U.N.I.T.E. : Roadshow To Campus
BANDUNG, itb.ac.id — Program Studi Matematika dan Aktuaria, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) ITB, kali ini kedatangan Milliman melalui program U.N.I.T.E. (University Network for Integrated Talent Engagement) Roadshow to Campus yang bertempat di Seminar Room Labtek XV Institut Teknologi Bandung (ITB), pada 4 Mei 2026. Kegiatan ini dihadiri oleh mahasiswa Program Studi Matematika dan Aktuaria ITB yang antusias untuk mengenal lebih dalam profil serta ruang lingkup pekerjaan di industri konsultan aktuaria, khususnya di Milliman.
Milliman hadir di Indonesia sebagai cabang lokal dari salah satu firma konsultan aktuaria dan manajemen risiko independen terbesar di dunia. Milliman bermula di Seattle pada tahun 1947. Perusahaan ini menyediakan layanan konsultasi terkait asuransi jiwa, kesehatan, tunjangan karyawan, investasi, dan asuransi umum.
Melalui kegiatan ini, Milliman memberikan pemaparan umum terkait profil perusahaan, peran konsultan aktuaria dalam industri, hingga pembahasan terkait mekanisme pembayaran pensiun dan berbagai aspek teknis lainnya yang relevan dengan dunia aktuaria. Sesi ini menjadi kesempatan bagi para peserta untuk memperoleh wawasan lebih dalam terkait industri konsultan aktuaria, langsung dari para profesional di bidangnya.
Selain sesi pemaparan materi, Milliman juga mengadakan sesi interview bagi para kandidat yang telah lolos tahap seleksi berkas pada posisi Actuarial Analyst/Consultant untuk full-time/internship pada tim Employee Benefits.
Melalui kegiatan U.N.I.T.E. Roadshow to Campus ini, diharapkan dapat memberikan gambaran nyata kepada mahasiswa Matematika dan Aktuaria ITB mengenai prospek karier di industri konsultasi aktuaria, sekaligus memberi peluang bagi mereka untuk memperoleh pengalaman profesional bersama Milliman.
Merangkai Jejak, Mengukir Makna di MCF ITB 2026!
BANDUNG, ITB – Program Studi Matematika dan Aktuaria Institut Teknologi Bandung (ITB) kembali sukses menggelar perhelatan akbar Mathematics Challenge Festival (MCF) ITB 2026. Rangkaian acara utama festival ini telah berlangsung dengan lancar pada hari Sabtu dan Minggu, 2–3 Mei 2026.
Hadir sebagai wadah bergengsi bagi para inovator muda dari seluruh Indonesia, kompetisi ini dirancang khusus untuk menguji kemampuan kuantitatif serta ketajaman analitis para peserta dalam menyelesaikan berbagai tantangan global.
MCF ITB 2026 menghadirkan berbagai cabang perlombaan bergengsi yang berbasis pada ilmu matematika dan aktuaria. Beberapa cabang kompetisi utama yang menjadi sorotan di antaranya adalah actuarial case, data science, olimpiade matematika, serta matematika model. Seluruh rangkaian kegiatan ini berjalan dengan lancar dan sukses memfasilitasi para talenta muda untuk menunjukkan bakat serta kemampuan terbaik mereka di bidang kuantitatif.
Kesuksesan besar perhelatan MCF ITB 2026 ini merupakan buah dari sinergi yang luar biasa antara jajaran dosen serta mahasiswa dari Program Studi Matematika dan Aktuaria ITB. Kolaborasi erat ini memastikan standar kualitas kompetisi tetap terjaga dengan sangat baik, sekaligus memperkuat hubungan akademik di lingkungan kampus.
Apresiasi setinggi-tingginya disampaikan kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam mensukseskan acara ini. Melalui MCF ITB 2026, diharapkan semangat kolaborasi ini dapat terus membawa dampak positif yang berkelanjutan bagi perkembangan ilmu aktuaria dan matematika di Indonesia.
Menumbuhkan Bibit Matematikawan Indonesia: Kiprah 20 Tahun Kompetisi MaGD ITB dalam Memperkuat Fundamental Science
BANDUNG, ITB – Kelompok Keahlian (KK) Analisis dan Geometri, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Institut Teknologi Bandung (ITB) kembali sukses menyelenggarakan kompetisi nasional bergengsi, Mathematical Analysis and Geometry Days (MaGD) yang kini memasuki pelaksanaan ke-17. Kompetisi pemecahan masalah matematika untuk mahasiswa jenjang S1 ini merupakan salah satu tonggak penting bagi perkembangan pendidikan tinggi di Indonesia yang konsisten diadakan sejak tahun 2006 silam. Ketua Pelaksana MaGD sekaligus Ketua KK Analisis dan Geometri FMIPA ITB, Arnasli Yahya, M.Si., Ph.D., mengungkapkan bahwa esensi utama dari kompetisi tahunan ini bukan sekadar ritual perlombaan, melainkan sebuah gerakan adaptif untuk menjaring bibit-bibit unggul matematikawan murni baru di Indonesia.
Di tengah tingginya animo mahasiswa yang kini cenderung memilih riset ke arah matematika terapan seperti statistika, sains data, hingga aktuaria. Dr. Arnasli mengingatkan pentingnya menjaga kekuatan fondasi ilmu murni. Beliau menegaskan bahwa analisis, geometri, dan aljabar merupakan core atau fondasi utama yang tidak boleh ditinggalkan. Jika fondasi fundamental science ini rapuh, maka perkembangan bidang-bidang terapan di atasnya pun tidak akan maksimal. Oleh karena itu, melalui MaGD, ITB berupaya menumbuhkan kesadaran (awareness) mahasiswa se-Indonesia terhadap keindahan ilmu analisis dan geometri, sekaligus memicu universitas-universitas lain untuk memperkaya dan menyelaraskan kurikulum matematika murni mereka.
Seiring berjalannya waktu, MaGD terus beradaptasi dengan teknologi dan kebutuhan zaman. Salah satu inovasi terbesar yang lahir pasca-pandemi Covid-19 adalah penerapan sistem penyisihan daring (online) pada Tahap 1, yang terbukti berhasil memecahkan rekor partisipasi hingga menjaring 138 tim pendaftar dari berbagai pelosok negeri. Dari fase daring tersebut, kompetisi disaring menjadi 77 tim terbaik yang diundang langsung untuk bertanding secara luring (offline) di kampus ITB Bandung. Di sini, para peserta diuji secara komprehensif melalui materi kalkulus, kalkulus peubah banyak, analisis real, analisis kompleks, dan geometri dengan sistem penilaian yang mengombinasikan performa individu pada babak awal hingga kerja sama tim dan kemampuan komunikasi sains pada babak presentasi final.
Peta persaingan MaGD tahun ini menyuguhkan rivalitas yang sangat ketat antarperguruan tinggi di Indonesia. Universitas Gadjah Mada (UGM) tampil sangat dominan dengan mengirimkan delegasi terbesar sebanyak 13 tim dan sukses mengamankan posisi Juara 2 Kategori Kelompok. Sementara itu, rekor jarak tempuh terjauh dicapai oleh delegasi dari Universitas Nusa Cendana (NTT) yang berhasil meloloskan 2 timnya untuk bertanding langsung di Bandung, mendampingi delegasi dari wilayah barat seperti Universitas Negeri Medan (Unimed). Seluruh jalannya kompetisi dan pembuatan soal diawasi ketat oleh 12 dosen KK Analisis dan Geometri ITB, dengan melibatkan tim dewan juri inti pada babak final, yaitu Dr. Rizal Afgani, Dr. Oki Neswan, dan Dr. Jani Lindyarni, serta didukung penuh oleh kepanitiaan mahasiswa pascasarjana (S2/S3) Matematika ITB.
Bagi Dr. Arnasli, momen melihat binar mata dan senyum bangga para mahasiswa dari berbagai daerah saat dikalungkan medali di ITB selalu menumbuhkan optimisme besar bagi masa depan matematika Indonesia. Menutup wawancara, beliau menyampaikan visi besar untuk membawa kompetisi yang sudah matang di usianya yang ke-17 ini naik kelas ke tingkat regional ASEAN di masa depan. Cita-cita ini diusung agar anak-anak Indonesia berani melihat ke luar kandang dan mengukur langsung kemampuan matematika mereka jika disandingkan dengan negara-negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, Thailand, atau Vietnam. Melalui perluasan skala kompetisi ini, Indonesia diharapkan dapat memetakan posisi capaian akademisnya sekaligus mengevaluasi poin-poin penting yang harus ditingkatkan dalam pendidikan sains nasional.
Sosialisasi Beasiswa Program Doktor Untuk Dosen Indonesia (PDDI) 2025
ITB membuka pendaftaran calon mahasiswa program Doktor bagi para peminat Program Beasiswa Program Doktor untuk Dosen Indonesia (PDDI) 2025 melalui skema Join Degree dan Double Degree.
Program ini memberikan kesempatan bagi dosen tetap di Indonesia untuk menempuh studi S3 di Institut Teknologi Bandung, maupun program _double degree_ bersama mitra universitas terkemuka dunia, dengan pendanaan penuh dari Kemendikbudristek. Program mencakup berbagai bidang unggulan: teknik, sains, seni rupa, dan manajemen.
Kami mengundang untuk mengikuti Sosialisasi Program Beasiswa PDDI yang akan diselenggarakan pada:
🗓 senin, 9 Juni 2025
🕢 Pukul 19.30 WIB
🔗 http://admission.itb.ac.id/link-sos-pddi
Informasi lengkap dan daftar program studi tersedia pada laman berikut:
🌐 https://admission.itb.ac.id/info/beasiswa-bppi/
Demikian informasi kami sampaikan.
Atas perhatian dan partisipasinya, kami ucapkan terima kasih.
Mahasiswa Aktuaria dan Matematika ITB Ikuti Kuliah Umum Seputar Manajemen Risiko
BANDUNG, itb.ac.id – Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung (FMIPA ITB), melalui mata kuliah AK3291 Lokakarya: Aplikasi Ilmu Aktuaria di Industri dan MA3011 Karir dalam Matematika, mengadakan kuliah umum di ITB Kampus Ganesha, Selasa (22/4/2025).
Kuliah ini menghadirkan Hendra Gunawan, FRM, ERMCP, PFM, alumnus Matematika ITB sekaligus Praktisi dan Konsultan di bidang manajemen risiko.
Dengan mengangkat tema “Risk Management: A Strategic Career for Analytical Mind”, beliau membagikan wawasan mendalam tentang pentingnya manajemen risiko sebagai bidang karier yang strategis, khususnya bagi individu dengan pola pikir analitis.
Beliau berpendapat, orang-orang yang menyukai pertumbuhan (growth mindset) lebih cocok berada di ranah manajemen risiko.
“Kalau teman-teman ingin sukses berkarier di risk management, teman-teman tidak bisa berhenti belajar,” ujarnya, menekankan bahwa bidang ini menuntut pembelajaran terus-menerus untuk menghadapi perbedaan objek permasalahan dan semakin kompleksnya permasalahan yang dihadapi. Dalam menghadapi ketidakpastian, peran manajemen risiko sangat krusial untuk menjaga keseimbangan antara optimisme proyeksi dan kesiapan terhadap skenario terburuk.
“In risk management, we don’t just predict the future, we must prepare for it,” ujarnya.
Dalam sesi tersebut, beliau menekankan bahwa risiko bukan hanya sekadar ancaman, tetapi merupakan ketidakpastian yang berpotensi menghambat tercapainya objektif. Maka dari itu, salah satu tugas utama manajemen risiko adalah menciptakan sekaligus melindungi nilai. “Purpose of risk management adalah create and protective value,” ujarnya
Beliau menjelaskan bahwa manajemen risiko berperan penting dalam industri jasa keuangan, contohnya dalam perbankan. Manajemen risiko dapat berperan dalam memodelkan perilaku nasabah bank untuk memperkirakan jumlah penarikan dana dalam suatu waktu. Dengan proyeksi yang tepat, bank dapat memastikan tersedianya likuiditas yang diperlukan agar memenuhi kewajiban penarikan dana oleh nasabah, sekaligus menyalurkan dana secara optimal melalui kredit atau investasi.
Beliau memaparkan berbagai jenis risiko dalam dunia bisnis maupun industri jasa keuangan, mulai dari credit risk, market risk, liquidity risk, operational risk, legal risk, strategic risk, reputation risk, hingga compliance risk. “Credit risk adalah risiko pertama yang dihadapi semua bank yang ada di dunia,” katanya.
Beliau mendorong mahasiswa mempertimbangkan karier di bidang manajemen risiko, terutama di perusahaan yang memiliki sistem manajemen risiko yang matang. “Risk management adalah salah satu bidang yang tidak bisa digantikan oleh AI,” katanya. Hal itu karena pendekatannya yang selalu disesuaikan dengan kondisi dan karakteristik tiap perusahaan serta dibutuhkan penilaian (sound judgement) dari ahli manajemen risiko dalam pengambilan keputusan.
Reporter: Indra Putra Lohanata (Aktuaria, 2021)
https://itb.ac.id/berita/mahasiswa-aktuaria-dan-matematika-itb-ikuti-kuliah-umum-seputar-manajemen-risiko/62383
Regulasi, Risiko, dan Data: Kuliah Umum Aktuaria ITB bersama MAIPARK
BANDUNG, itb.ac.id – Program Studi Aktuaria, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) ITB, melalui mata kuliah AK3291 Lokakarya: Aplikasi Ilmu Aktuaria di Industri, menyelenggarakan kuliah umum yang membahas penerapan ilmu aktuaria dalam industri asuransi, terutama dalam pengelolaan risiko dan pengambilan keputusan berbasis data, Selasa (25/3/2025).
Dalam kuliah tersebut, Imas Faizal Tamami dari Departemen Aktuaria MAIPARK, perusahaan reasuransi bencana alam, menjelaskan bahwa ilmu aktuaria merupakan perpaduan antara matematika, statistika, dan keuangan yang bertujuan untuk mengelola ketidakpastian di dunia bisnis. Beliau menekankan bahwa seorang aktuaris harus memiliki pemahaman yang kuat tentang data serta menerapkan kode etik profesional dalam setiap aspek pekerjaannya.
Salah satu poin utama yang disampaikan adalah pentingnya keseimbangan dalam penetapan harga produk asuransi agar tidak terlalu murah maupun terlalu mahal. Beliau juga menyoroti peran aktuaris dalam memastikan kualitas data yang digunakan dalam analisis risiko. “Memastikan kualitas data ini sangat penting. Melakukan pengecekan, cross check ulang datanya sudah benar apa belum ini sangat penting,” tambahnya.
Faizal menekankan pentingnya transparansi dalam pelaporan keuangan dan manajemen risiko. Beliau juga menyampaikan tantangan yang dihadapi aktuaris dalam mengelola cadangan asuransi, termasuk kebutuhan akan metode pemodelan yang lebih efisien untuk mengurangi ketidakpastian dalam estimasi klaim.
Dalam sesi tanya jawab, beliau menjelaskan bahwa regulasi, seperti yang dikeluarkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), bukanlah suatu hambatan. “OJK itu sebenarnya ada karena melindungi hak-hak si pemegang polis,” ujarnya.
Di akhir sesi, beliau menekankan bahwa aktuaris sering kali harus siap bekerja di luar jam kerja normal. “Memang rata-rata 9-to-5 cuma kita harus tetap siaga kalau sewaktu-waktu di malam atau weekend kita diperlukan karena adanya meeting yang mendadak atau ada deadline tertentu,” ungkapnya.
Kuliah umum ini memberikan wawasan yang berharga bagi mahasiswa Aktuaria ITB dalam memahami peran dan tantangan aktuaris di industri asuransi serta pentingnya pengelolaan data yang akurat dalam mendukung keputusan bisnis.
Reporter: Indra Putra Lohanata (Aktuaria, 2021)
https://itb.ac.id/berita/regulasi-risiko-dan-data-kuliah-umum-aktuaria-itb-bersama-maipark/62310
Kuliah Umum Aktuaria: Tantangan Transisi PSAK 104 ke PSAK 117 bagi Lulusan Aktuaria
BANDUNG, itb.ac.id – Program Studi Aktuaria Institut Teknologi Bandung (ITB) kembali menghadirkan kuliah umum dalam rangka mata kuliah AK3291 Lokakarya: Aplikasi Ilmu Aktuaria di Industri, dengan menghadirkan dua narasumber profesional di bidang asuransi dan manajemen risiko, Selasa (16/4/2025). Materi yang diangkat kali ini berfokus pada pemahaman dan implementasi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dalam praktik industri asuransi dan keuangan.
Sesi pertama dibawakan oleh Ronny Tanzil, Kepala Divisi Aktuaria di Askrindo Insurance, sekaligus alumnus Magister Aktuaria ITB angkatan 2012. Dalam paparannya, Ronny menjelaskan perbedaan pengakuan pendapatan dalam PSAK 104 dan PSAK 117 yang menjadi sorotan utama dalam transisi regulasi akuntansi asuransi.
“Misalkan kita terima premi sebesar 800 untuk produk asuransi 4 tahun. Kalau di PSAK 104, perusahaan akan mengakui pendapatan dari preminya sebesar 800. Sedangkan kalau di PSAK 117, hanya 200 yang diakui per tahun sebagai pendapatan jasa asuransi,” jelasnya.
Beliau menambahkan bahwa secara konsep, present value dari profit yang diterima seharusnya sama antara PSAK 104 dan PSAK 117. Namun, metode perhitungan dan pengakuan pendapatan menjadi hal yang membedakan.
“Jika cadangan naik, berarti liabilitas perusahaan naik, jadi beban. Kalau cadangan menurun, liabilitasnya menurun, itu bisa menjadi profit bagi perusahaan asuransi,” tambahnya, menjelaskan dampak perubahan cadangan terhadap laporan keuangan perusahaan asuransi.
“Teman-teman tuh harus tahu kelebihannya dibanding lulusan lain. There are many people yang bicara besar, tetapi tidak tahu detailnya. Kalau kalian jago di detail, temen-temen harus tambal dengan speak louder juga,” ujarnya.
Beliau juga menekankan pentingnya keberanian untuk tampil dan berkontribusi, meskipun belum sepenuhnya yakin.
Kuliah ini memberikan pemahaman yang mendalam bagi mahasiswa mengenai tantangan aktuaris dalam menerjemahkan pasal-pasal akuntansi ke dalam praktik industri, serta membekali mereka dengan mindset yang relevan untuk menghadapi dinamika dunia profesional.
Reporter: Indra Putra Lohanata (Mahasiswa Aktuaria, 2021)
Kelompok Keilmuan Statistika ITB Gelar Seminar Pengembangan dan Aplikasi Riset Analisis Korespondensi
BANDUNG, itb.ac.id - Kelompok Keahlian Statistika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Institut Teknologi Bandung (FMIPA ITB) menggelar Seminar Pengembangan dan Aplikasi Riset Analisis Korespondensi pada Sabtu (8/3/2025) di Gedung CAS, ITB Kampus Ganesha. Acara ini menghadirkan pakar-pakar di bidang analisis korespondensi dari berbagai institusi akademik, yang bertujuan untuk memperkenalkan serta mengkaji lebih dalam tentang Analisis Korespondensi (AK).
Ketua Kelompok Keahlian (KK) Statistika ITB Prof. Udjianna Sekteria Pasaribu, Ph.D. dalam sambutannya menyoroti pentingnya analisis korespondensi dalam menjawab berbagai permasalahan yang ada.
"Metode ini sangat penting dalam memahami hubungan antara berbagai variabel, terutama ketika kita berbicara tentang data yang diperoleh dari berbagai sumber, seperti kuesioner. Dengan pendekatan ini, kita bisa mengukur dan memetakan data dengan lebih baik, dan itu menjadi dasar pengambilan keputusan yang lebih tepat," ujar Prof. Udjianna.
Analisis korespondensi merupakan metode statistika yang terus dikembangkan untuk berbagai keperluan penelitian. Bahkan, Kelompok Keahlian (KK) Statistika ITB masih terus mengembangkan dan mengaplikasikan metode ini dalam berbagai bidang ilmu untuk menghasilkan analisis yang lebih mendalam dan akurat.
Sebagai contoh, dalam riset dosen magang ITB 2024 dan Riset Unggulan ITB 2025, tim Dr. Yuli Sri Afrianti, S.Si., M.T., memanfaatkan analisis korespondensi yang dikombinasikan dengan pengolahan citra dan analisis klaster. Metode ini diterapkan dalam bidang teknik material untuk mengamati kemunculan fasa sigma sebagai indikator faktor risiko terjadinya korosi pada Stainless Steel (SS).
Pada sesi pertama, Dr. Karunia Eka Lestari, S.Pd., M.Pd. dari Universitas Singaperbangsa Karawang menyampaikan materi mengenai perkembangan dan aplikasi riset Analisis Korespondensi. Beliau memaparkan tren penelitian dalam satu dekade terakhir, yang menunjukkan pertumbuhan signifikan dalam publikasi terkait AK, terutama pada periode 2018 hingga 2021. Beliau mengatakan bahwa sebagian besar penelitian AK berasal dari institusi pendidikan dan lembaga penelitian di berbagai negara, dengan kontribusi Indonesia yang masih tergolong rendah dibandingkan negara lain.
Dr. Karunia juga menjelaskan proses dasar AK, yang dimulai dengan pembuatan tabel kontingensi, dilanjutkan dengan perhitungan matriks residual standar, hingga dekomposisi menggunakan Singular Value Decomposition (SVD). Dalam penelitian terbarunya, beliau mengembangkan pendekatan untuk meningkatkan akurasi koordinat utama dalam tabel berukuran 4xJ dan 5xJ, menggunakan formula Cardano dan Cardano-Ferrari. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metode yang dikembangkan memiliki stabilitas komputasi yang lebih baik dibandingkan metode numerik konvensional. Selain itu, beliau mengkaji penerapan AK dalam berbagai bidang, termasuk sosiologi, kesehatan, dan pendidikan.
Sesi kedua diisi oleh Dr. Irlandia Ginanjar, S.Si., M.Si. dari Universitas Padjadjaran, yang membahas celah penelitian dalam analisis korespondensi. Beliau menyoroti bagaimana metode ini dapat diterapkan pada big data, terutama untuk data kategorikal yang lebih umum ditemukan dalam survei sosial dan ekonomi. Beliau menjelaskan bahwa Analisis Korespondensi dapat dikategorikan menjadi dua jenis, yakni untuk variabel kategori nominal dan variabel kategori ordinal. Beliau menekankan pentingnya memahami hubungan antarvariabel, apakah bersifat simetris atau nonsimetris, yang menentukan metode analisis yang digunakan.
Dr. Irlandia pun membahas tantangan dalam penerapan Analisis Korespondensi untuk lebih dari dua variabel, yang memerlukan pendekatan seperti Multiple Correspondence Analysis (MCA) dan 3-Way Correspondence Analysis. Beliau menyampaikan pentingnya interpretasi hasil dalam visualisasi data, terutama ketika jumlah kategori dalam variabel respons meningkat. Dalam penelitiannya, beliau sedang mengembangkan metode Non-Symmetrical Ordered 3-Way Correspondence Analysis untuk mengatasi tantangan ini.
Seminar ini memberikan wawasan yang luas mengenai Analisis Korespondensi dan penerapannya di berbagai bidang. Dengan meningkatnya kebutuhan akan analisis data yang lebih kompleks, metode ini diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi signifikan bagi dunia penelitian di Indonesia. ITB, melalui KK Statistika FMIPA ITB, berkomitmen untuk terus mendorong pengembangan metode analisis yang inovatif guna mendukung kemajuan riset nasional dan global.
“Saya berharap metode ini dapat membantu dalam menjawab berbagai tantangan yang ada. Dengan memanfaatkan data yang ada, kita bisa memberikan masukan yang berharga bagi pembuat kebijakan dan industri dalam mengambil keputusan yang strategis. Ini adalah kesempatan bagi kita untuk menunjukkan bahwa penelitian kita memiliki dampak nyata dan dapat memberikan manfaat jangka panjang. Dengan berkolaborasi, kita bisa menjadi bagian dari perubahan yang positif dan memberikan kontribusi yang signifikan,” ujar Prof. Udjianna.
Reporter: Iko Sutrisko Prakasa Lay (Matematika, 2021)
Dokumentasi: Iko Sutrisko Prakasa Lay (Arsip KK Statistika FMIPA ITB)