News
- Administrator
- 23-04-2025
Kelompok Keilmuan Statistika ITB Gelar Seminar Pengembangan dan Aplikasi Riset Analisis Korespondensi
BANDUNG, itb.ac.id - Kelompok Keahlian Statistika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Institut Teknologi Bandung (FMIPA ITB) menggelar Seminar Pengembangan dan Aplikasi Riset Analisis Korespondensi pada Sabtu (8/3/2025) di Gedung CAS, ITB Kampus Ganesha. Acara ini menghadirkan pakar-pakar di bidang analisis korespondensi dari berbagai institusi akademik, yang bertujuan untuk memperkenalkan serta mengkaji lebih dalam tentang Analisis Korespondensi (AK).
Ketua Kelompok Keahlian (KK) Statistika ITB Prof. Udjianna Sekteria Pasaribu, Ph.D. dalam sambutannya menyoroti pentingnya analisis korespondensi dalam menjawab berbagai permasalahan yang ada.
"Metode ini sangat penting dalam memahami hubungan antara berbagai variabel, terutama ketika kita berbicara tentang data yang diperoleh dari berbagai sumber, seperti kuesioner. Dengan pendekatan ini, kita bisa mengukur dan memetakan data dengan lebih baik, dan itu menjadi dasar pengambilan keputusan yang lebih tepat," ujar Prof. Udjianna.
Analisis korespondensi merupakan metode statistika yang terus dikembangkan untuk berbagai keperluan penelitian. Bahkan, Kelompok Keahlian (KK) Statistika ITB masih terus mengembangkan dan mengaplikasikan metode ini dalam berbagai bidang ilmu untuk menghasilkan analisis yang lebih mendalam dan akurat.
Sebagai contoh, dalam riset dosen magang ITB 2024 dan Riset Unggulan ITB 2025, tim Dr. Yuli Sri Afrianti, S.Si., M.T., memanfaatkan analisis korespondensi yang dikombinasikan dengan pengolahan citra dan analisis klaster. Metode ini diterapkan dalam bidang teknik material untuk mengamati kemunculan fasa sigma sebagai indikator faktor risiko terjadinya korosi pada Stainless Steel (SS).
Pada sesi pertama, Dr. Karunia Eka Lestari, S.Pd., M.Pd. dari Universitas Singaperbangsa Karawang menyampaikan materi mengenai perkembangan dan aplikasi riset Analisis Korespondensi. Beliau memaparkan tren penelitian dalam satu dekade terakhir, yang menunjukkan pertumbuhan signifikan dalam publikasi terkait AK, terutama pada periode 2018 hingga 2021. Beliau mengatakan bahwa sebagian besar penelitian AK berasal dari institusi pendidikan dan lembaga penelitian di berbagai negara, dengan kontribusi Indonesia yang masih tergolong rendah dibandingkan negara lain.
Dr. Karunia juga menjelaskan proses dasar AK, yang dimulai dengan pembuatan tabel kontingensi, dilanjutkan dengan perhitungan matriks residual standar, hingga dekomposisi menggunakan Singular Value Decomposition (SVD). Dalam penelitian terbarunya, beliau mengembangkan pendekatan untuk meningkatkan akurasi koordinat utama dalam tabel berukuran 4xJ dan 5xJ, menggunakan formula Cardano dan Cardano-Ferrari. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metode yang dikembangkan memiliki stabilitas komputasi yang lebih baik dibandingkan metode numerik konvensional. Selain itu, beliau mengkaji penerapan AK dalam berbagai bidang, termasuk sosiologi, kesehatan, dan pendidikan.
Sesi kedua diisi oleh Dr. Irlandia Ginanjar, S.Si., M.Si. dari Universitas Padjadjaran, yang membahas celah penelitian dalam analisis korespondensi. Beliau menyoroti bagaimana metode ini dapat diterapkan pada big data, terutama untuk data kategorikal yang lebih umum ditemukan dalam survei sosial dan ekonomi. Beliau menjelaskan bahwa Analisis Korespondensi dapat dikategorikan menjadi dua jenis, yakni untuk variabel kategori nominal dan variabel kategori ordinal. Beliau menekankan pentingnya memahami hubungan antarvariabel, apakah bersifat simetris atau nonsimetris, yang menentukan metode analisis yang digunakan.
Dr. Irlandia pun membahas tantangan dalam penerapan Analisis Korespondensi untuk lebih dari dua variabel, yang memerlukan pendekatan seperti Multiple Correspondence Analysis (MCA) dan 3-Way Correspondence Analysis. Beliau menyampaikan pentingnya interpretasi hasil dalam visualisasi data, terutama ketika jumlah kategori dalam variabel respons meningkat. Dalam penelitiannya, beliau sedang mengembangkan metode Non-Symmetrical Ordered 3-Way Correspondence Analysis untuk mengatasi tantangan ini.
Seminar ini memberikan wawasan yang luas mengenai Analisis Korespondensi dan penerapannya di berbagai bidang. Dengan meningkatnya kebutuhan akan analisis data yang lebih kompleks, metode ini diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi signifikan bagi dunia penelitian di Indonesia. ITB, melalui KK Statistika FMIPA ITB, berkomitmen untuk terus mendorong pengembangan metode analisis yang inovatif guna mendukung kemajuan riset nasional dan global.
“Saya berharap metode ini dapat membantu dalam menjawab berbagai tantangan yang ada. Dengan memanfaatkan data yang ada, kita bisa memberikan masukan yang berharga bagi pembuat kebijakan dan industri dalam mengambil keputusan yang strategis. Ini adalah kesempatan bagi kita untuk menunjukkan bahwa penelitian kita memiliki dampak nyata dan dapat memberikan manfaat jangka panjang. Dengan berkolaborasi, kita bisa menjadi bagian dari perubahan yang positif dan memberikan kontribusi yang signifikan,” ujar Prof. Udjianna.
Reporter: Iko Sutrisko Prakasa Lay (Matematika, 2021)
Dokumentasi: Iko Sutrisko Prakasa Lay (Arsip KK Statistika FMIPA ITB)
Terbaru
Syukuran Wisuda Agustus Komunitas Matematika dan Aktuaria
Komunitas Keilmuan Matematika dan Aktuaria FMIPA ITB mengadakan Syukuran Wisuda pada Jumat, 28 Agustus 2026, bertempat di Balarea Convention Hall. Acara syukuran ini diselenggarakan untuk melepas 129 wisudawan dari tiap jenjang Matematika dan Aktuaria ITB, yaitu Sarjana, Magister, dan Doktoral. Para orang tua wisudawan turut hadir untuk mendampingi langkah bahagia putra-putri mereka.
Syukuran Wisuda dibuka oleh Dr. Ikha Magdalena, S.Si., M.Si., selaku Ketua Program Studi Pascasarjana. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa kelulusan tak hanya tentang gelar, melainkan juga ada ketekunan, kesabaran, dan keberanian untuk mencoba saat sesuatu tak berjalan sesuai rencana. Hal-hal tersebut menjadi bekal bagi para wisudawan nantinya setelah meninggalkan kampus ITB.
Ketua Prodi Pascasarjana memberikan pesan bahwa Matematika dan Aktuaria ITB akan selalu menjadi rumah bagi para wisudawan, jangan merasa hubungan telah usai. Di mana pun wisudawan berada kelak, tetaplah membawa sesuatu dari Matematika dan Aktuaria ITB.
Perwakilan alumni Matematika 2014, Pak Alif atau biasa dikenal sebagai content creator @aliftowew, turut hadir untuk menyambut wisudawan. Beliau menceritakan perjuangannya saat kuliah dahulu, sebagai anak dari seorang kuli bangunan yang bertahan dengan memanfaatkan berbagai beasiswa dan bekerja sebagai asisten dosen, hingga kini dapat mendirikan perusahaan platform edukasi bernama Cerebrum. Dirinya yang dulu terbantu oleh beasiswa negara, kini perusahaan yang didirikannya dapat menyumbang pajak pada negara hingga Rp2 miliar.
Pak Alif juga menceritakan tentang pengalamannya berkarier menjadi pembuat konten, diawali dengan membuat konten analisis matematika di media sosial yang membawanya diundang ke istana untuk memaparkan analisis kebijakan, sekarang dia sudah dipercaya menjadi tenaga ahli di beberapa kementerian.
Untuk mengakhiri sambutannya, beliau memberi beberapa pesan kepada para wisudawan. Pentingnya untuk terus belajar, gigih, tetap rendah hati, dan selalu meminta restu dari orangtua.
Industrial Mathematics Week 2026: Menjembatani Matematika, Industri, dan Tantangan Dunia Nyata
BANDUNG, ITB – Kelompok Keahlian Matematika Industri dan Keuangan (KK MIK), Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Institut Teknologi Bandung (ITB), kembali menggelar Industrial Mathematics Week (IMW) pada 6–17 Juli 2026. IMW mempertemukan mahasiswa, peneliti, akademisi, dan praktisi untuk mengeksplorasi penerapan matematika pada berbagai persoalan nyata di masyarakat. Kegiatan ini berfokus pada pengembangan matematika terapan di bidang industri, keuangan, rekayasa, dan life sciences.
IMW 2026 hadir melalui tiga rangkaian utama, yaitu International Summer Course, International Conference Day, dan Public Seminar on Women in Mathematics and Sciences. Ketiga rangkaian tersebut menghadirkan berbagai kegiatan yang menghubungkan pengembangan teori matematika dengan penerapannya dalam berbagai bidang. IMW 2026 diselenggarakan bersama PUI-PT PRISM (Centre of Excellence in Predictive Risk and Simulation Modelling) dan P2MS (Centre of Mathematical Modelling and Simulation) sebagai upaya memperkuat kolaborasi dalam penelitian, inovasi, dan pengembangan akademik.
International Summer Course in Mathematical Modelling for Solving Industrial Challenges: Linking Theory and Practice berfokus pada penerapan mathematical modelling untuk menyelesaikan berbagai permasalahan industri. Program ini mencakup lima bidang, yaitu Mathematics in Insurance, Mathematics in Business, Operations Research, Optimization Methods, serta Machine and Deep Learning. Melalui program tersebut, peserta memperoleh kesempatan untuk memahami konsep sekaligus mengeksplorasi penerapan metode matematika dalam menghadapi tantangan di dunia industri.
Summer Course menghadirkan berbagai akademisi dan praktisi dari dalam maupun luar negeri. Pembicara yang hadir di antaranya Assoc. Prof. Joey Zhou dan Assoc. Prof. Geoffrey Chua dari Nanyang Technological University (NTU), Singapura; Ari Andricopoulos, PhD dari RoomPriceGenie, Swiss; Cheng Hwee Sim dari Integrated Decision Systems Consultancy (IDSC), Singapura; serta Ghany Hanifan Muslim. Selain itu, kegiatan ini juga menghadirkan Adhe Kania, PhD, Rudy Kusdiantara, PhD, dan Muhammad Islahuddin, MSc dari ITB.
Summer Course tersedia dalam tiga pilihan pembelajaran, yaitu in-person course, in-virtual course, dan online lectures. Peserta in-person course dan in-virtual course mengikuti sesi kuliah dengan total 90 jam pembelajaran, hands-on workshop, serta modelling project yang mengaplikasikan metode yang dipelajari untuk menyelesaikan permasalahan industri secara berkelompok. Sementara itu, peserta online lectures mendapatkan akses penuh terhadap materi kuliah, dengan sesi kuliah dan hands-on workshop diselenggarakan pada 6–10 Juli 2026, sedangkan modelling project berlangsung pada 13–17 Juli 2026.
Selain Summer Course, IMW 2026 menghadirkan International Conference Day sebagai forum diskusi akademik, pertukaran wawasan, dan kolaborasi interdisipliner. Forum ini mempertemukan akademisi, peneliti, mahasiswa, dan praktisi untuk membahas perkembangan penelitian terkini serta aplikasi matematika dalam berbagai disiplin ilmu. Melalui forum tersebut, peserta dapat bertukar gagasan dan memperluas perspektif mengenai perkembangan matematika serta penerapannya dalam menghadapi berbagai persoalan nyata.
Conference Day menghadirkan invited talks, presentasi, dan diskusi interaktif yang membahas perkembangan terkini penerapan matematika dalam sistem kompleks maupun penyelesaian masalahan praktis. Berbagai topik yang dibahas meliputi dynamical systems and control, mathematical epidemiology and applications to public health, fluid dynamics and environmental modelling, serta financial mathematics and actuarial science. Kegiatan ini diselenggarakan secara terbuka bagi mahasiswa sarjana, mahasiswa pascasarjana, akademisi, dan praktisi pada 13–14 Juli 2026.
Conference Day juga menghadirkan sejumlah pembicara dari ITB dan NTU. Bidang Control Theory menghadirkan Prof. Dr. Janson Naiborhu dan Prof. Dr. Roberd Saragih dari ITB, sedangkan bidang Mathematical Epidemiology menghadirkan Prof. Dr. Nuning Nuraini dan Dr. Mochamad Apri dari ITB. Bidang Fluid Dynamics menghadirkan Prof. Dr. Sri Redjeki P., Prof. L. H. Wiryanto, dan Prof. Dr. Agus Yodi Gunawan dari ITB, sementara bidang Financial Mathematics and Actuarial Sciences menghadirkan Prof. Novriana Sumarti dan Dila Puspita, PhD dari ITB, serta Assoc. Prof. Joey Zhou dari NTU, Singapura.
Rangkaian IMW 2026 juga dilengkapi dengan Public Seminar on Women in Mathematics and Sciences dengan tema “The Symmetry of Intelligence”. Seminar ini membahas peran dan kontribusi perempuan dalam perkembangan matematika dan sains, mulai dari pengembangan metodologi dan pendekatan analitis hingga penerapan mathematical modelling, komputasi, dan pengembangan algoritma. Seminar ini diharapkan menjadi ruang bagi peneliti, pendidik, mahasiswa, dan praktisi untuk mendorong kolaborasi serta menciptakan lingkungan akademik yang lebih inklusif dalam perkembangan matematika dan sains.