News
- Administrator
- 23-04-2025
Kuliah Umum Aktuaria ITB: Karier sebagai Aktuaris di Kanada
BANDUNG, itb.ac.id – Program Studi Aktuaria, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung (FMIPA ITB), melalui mata kuliah AK3291 Lokakarya: Aplikasi Ilmu Aktuaria di Industri, menyelenggarakan kuliah umum dengan judul “Career as an actuary” secara bauran di Gedung CAS, ITB Kampus Ganesha, Selasa (11/3/2025).
Kuliah umum kali ini menghadirkan Felix Go, alumnus Sarjana Matematika ITB angkatan 2012 dan alumnus Master of Mathematics (MMath) in Actuarial Science dari University of Waterloo pada 2016 yang juga telah mendapatkan sertifikasi Fellow of Casualual Actuarial Society (FCAS). Felix berbagi wawasannya sebagai Aktuaris (Actuary) di luar negeri, Kanada.
Beliau menekankan pentingnya pengalaman magang bagi mahasiswa karena banyak soft skill yang tidak diajarkan di kelas. Magang, menurutnya, dapat menjadi ajang trial and error sekaligus membantu menentukan arah karier di masa depan. “Interaksi dengan teman-teman kalian, dengan manajer kalian, that also as important as what engagement you in that work,” ujarnya.
Selain keterampilan teknis, kemampuan komunikasi juga menjadi aspek krusial bagi seorang Aktuaris. Felix menekankan bahwa banyak konsep aktuaria yang tidak umum dikenal sehingga seorang Aktuaris harus mampu menyampaikan informasi tersebut dengan baik kepada tim atau pemangku kepentingan lainnya. “Being able to communicate to non-actuarial audiences in actuarial language, itu adalah skill yang paling penting,” ujar Felix.
Beliau menyarankan kepada mahasiswa Aktuaria ITB jika ingin berkarier sebagai Aktuaris dan ingin melanjutkan studi sebaiknya mengambil bidang keilmuan lainnya ketika melanjutkan studi, seperti Business Administration (MBA) atau Computer Science. Sementara itu, bagi yang ingin langsung berkarier di industri tanpa melanjutkan studi, beliau menyarankan agar lulus dengan nilai yang baik, memperoleh sertifikasi, serta mengumpulkan pengalaman magang sebanyak mungkin.
Beliau menjelaskan bahwa setiap keputusan ada yang reversible door dan ada yang irreversible door. “Jika kalian masuk dan bisa balik lagi, i think it's fine to make mistakes, you don’t like it and you come back. Ada juga irreversible door, kalian sudah masuk dan langsung kekunci, kalian tidak bisa kembali lagi,” tuturnya.
Reporter: Indra Putra Lohanata (Aktuaria, 2021)
https://itb.ac.id/berita/kuliah-umum-aktuaria-itb-karier-sebagai-aktuaris-di-kanada/62184
Terbaru
Sosialisasi Beasiswa Program Doktor Untuk Dosen Indonesia (PDDI) 2025
ITB membuka pendaftaran calon mahasiswa program Doktor bagi para peminat Program Beasiswa Program Doktor untuk Dosen Indonesia (PDDI) 2025 melalui skema Join Degree dan Double Degree.
Program ini memberikan kesempatan bagi dosen tetap di Indonesia untuk menempuh studi S3 di Institut Teknologi Bandung, maupun program _double degree_ bersama mitra universitas terkemuka dunia, dengan pendanaan penuh dari Kemendikbudristek. Program mencakup berbagai bidang unggulan: teknik, sains, seni rupa, dan manajemen.
Kami mengundang untuk mengikuti Sosialisasi Program Beasiswa PDDI yang akan diselenggarakan pada:
🗓 senin, 9 Juni 2025
🕢 Pukul 19.30 WIB
🔗 http://admission.itb.ac.id/link-sos-pddi
Informasi lengkap dan daftar program studi tersedia pada laman berikut:
🌐 https://admission.itb.ac.id/info/beasiswa-bppi/
Demikian informasi kami sampaikan.
Atas perhatian dan partisipasinya, kami ucapkan terima kasih.
Mahasiswa Aktuaria dan Matematika ITB Ikuti Kuliah Umum Seputar Manajemen Risiko
BANDUNG, itb.ac.id – Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung (FMIPA ITB), melalui mata kuliah AK3291 Lokakarya: Aplikasi Ilmu Aktuaria di Industri dan MA3011 Karir dalam Matematika, mengadakan kuliah umum di ITB Kampus Ganesha, Selasa (22/4/2025).
Kuliah ini menghadirkan Hendra Gunawan, FRM, ERMCP, PFM, alumnus Matematika ITB sekaligus Praktisi dan Konsultan di bidang manajemen risiko.
Dengan mengangkat tema “Risk Management: A Strategic Career for Analytical Mind”, beliau membagikan wawasan mendalam tentang pentingnya manajemen risiko sebagai bidang karier yang strategis, khususnya bagi individu dengan pola pikir analitis.
Beliau berpendapat, orang-orang yang menyukai pertumbuhan (growth mindset) lebih cocok berada di ranah manajemen risiko.
“Kalau teman-teman ingin sukses berkarier di risk management, teman-teman tidak bisa berhenti belajar,” ujarnya, menekankan bahwa bidang ini menuntut pembelajaran terus-menerus untuk menghadapi perbedaan objek permasalahan dan semakin kompleksnya permasalahan yang dihadapi. Dalam menghadapi ketidakpastian, peran manajemen risiko sangat krusial untuk menjaga keseimbangan antara optimisme proyeksi dan kesiapan terhadap skenario terburuk.
“In risk management, we don’t just predict the future, we must prepare for it,” ujarnya.
Dalam sesi tersebut, beliau menekankan bahwa risiko bukan hanya sekadar ancaman, tetapi merupakan ketidakpastian yang berpotensi menghambat tercapainya objektif. Maka dari itu, salah satu tugas utama manajemen risiko adalah menciptakan sekaligus melindungi nilai. “Purpose of risk management adalah create and protective value,” ujarnya
Beliau menjelaskan bahwa manajemen risiko berperan penting dalam industri jasa keuangan, contohnya dalam perbankan. Manajemen risiko dapat berperan dalam memodelkan perilaku nasabah bank untuk memperkirakan jumlah penarikan dana dalam suatu waktu. Dengan proyeksi yang tepat, bank dapat memastikan tersedianya likuiditas yang diperlukan agar memenuhi kewajiban penarikan dana oleh nasabah, sekaligus menyalurkan dana secara optimal melalui kredit atau investasi.
Beliau memaparkan berbagai jenis risiko dalam dunia bisnis maupun industri jasa keuangan, mulai dari credit risk, market risk, liquidity risk, operational risk, legal risk, strategic risk, reputation risk, hingga compliance risk. “Credit risk adalah risiko pertama yang dihadapi semua bank yang ada di dunia,” katanya.
Beliau mendorong mahasiswa mempertimbangkan karier di bidang manajemen risiko, terutama di perusahaan yang memiliki sistem manajemen risiko yang matang. “Risk management adalah salah satu bidang yang tidak bisa digantikan oleh AI,” katanya. Hal itu karena pendekatannya yang selalu disesuaikan dengan kondisi dan karakteristik tiap perusahaan serta dibutuhkan penilaian (sound judgement) dari ahli manajemen risiko dalam pengambilan keputusan.
Reporter: Indra Putra Lohanata (Aktuaria, 2021)
https://itb.ac.id/berita/mahasiswa-aktuaria-dan-matematika-itb-ikuti-kuliah-umum-seputar-manajemen-risiko/62383