News
- Administrator
- 23-04-2025
Orasi Ilmiah Prof. Djoko Suprijanto: Teori Desain dan Teori Koding sebagai Panorama Kombinatorika Aljabar
BANDUNG, itb.ac.id — Teori desain, khususnya spherical designs dan euclidean designs, dan teori koding merupakan dua objek penting dalam kombinatorika aljabar. Keduanya memiliki hal-hal menarik untuk dikaji lebih dalam dan memberikan keindahan tersendiri dalam kombinatorika aljabar. Hal tersebut dibahas oleh Prof. Djoko Suprijanto, S.Si., M.Si., Ph.D., dalam orasi ilmiahnya yang berjudul: “Teori Desain dan Teori Koding: Panorama Kombinatorika Aljabar”.
Orasi tersebut disampaikan dalam Forum Guru Besar Institut Teknologi Bandung (FGB ITB), Sabtu (16/11/2024) di Aula Barat, ITB Kampus Ganesha.
Prof. Djoko saat ini menjabat sebagai Anggota Majelis Keilmuan Matematika ITB. Beliau aktif melakukan penelitian di bidang spherical designs, euclidean designs, dan algebraic coding theory serta telah memublikasikan lebih dari 100 artikel ilmiah dalam bentuk jurnal/prosiding baik nasional maupun internasional.
Sejak tahun 2012, beliau aktif menjadi reviewer untuk MathSciNet Mathematical Review, sebuah database komprehensif dari berbagai literatur matematika di dunia, di bawah The American Mathematical Society. Beliau juga mendapatkan beberapa penghargaan, salah satunya Penghargaan Dosen Terbaik Bidang Penelitian Kelompok Keilmuan Matematika Kombinatorika FMIPA ITB Tahun 2023.
Prof. Djoko mengatakan bahwa istilah kombinatorika aljabar mengacu pada objek matematika yang tidak tunggal sehingga tidak ada definisi baku terkait istilah tersebut. “Yang saya maksudkan kombinatorika aljabar di sini adalah istilah yang diperkenalkan Eiichi Bannai dan tatsuro Ito yaitu group theory without groups, atau combinatorial representation theory, atau a character theoretical study of combinatorial objects,” ujarnya.
Teori desain dan teori koding merupakan dua objek kajian utama dalam kombinatorika aljabar. Untuk menggugah motivasi terkait studi di bidang ini, Prof. Djoko memberikan suatu contoh kasus berupa skema komunikasi sederhana.
“Jika dua pihak melakukan proses komunikasi melalui saluran komunikasi yang tidak bebas gangguan, maka pesan yang diterima sangat mungkin berbeda dengan pesan yang diinginkan. Untuk itu, diperlukan kode yang dapat memastikan proses komunikasi berjalan dengan baik terlepas dari apa jenis saluran komunikasinya. Permasalahan ini dijawab melalui karya yang sangat monumental karya Claude Shannon yang menandai lahirnya Teori Koding,” katanya.
Selanjutnya, beliau menjelaskan terkait permasalahan yang dikaji baik dari teori desain dan teori koding. Beberapa permasalahan yang dikaji adalah konstruksi contoh eksplisit dari spherical designs, disproved konjektur dari Delsarte, Neumaier, dan Seidel dengan cara yang elementer, mengonstruksi kode dengan kardinalitas sebesar mungkin jika diberikan panjang dan jarak minimum kode, dan mengonstruksi kode dengan jarak minimum seoptimal mungkin jika diberikan panjang dan kardinalitas kode.
Berdasarkan hasil penelitiannya, beliau menemukan hal menarik dari kedua objek tersebut. “Hal menarik dari kedua objek kombinatorika ini adalah bahwa kajian atas keduanya hampir selalu menggunakan cabang matematika lain, seperti bentuk-bentuk modular, teori bilangan geometris, teori lapangan, dan lain-lain. Selain itu, keindahan lainnya adalah aspek aplikasi dari teori desain dan koding ini dapat dideskripsikan kepada masyarakat umum dalam bahasa yang mudah mereka pahami,” katanya.
Reporter: Erika Winfellina Sibarani (Matematika, 2021)
Terbaru
Sosialisasi Beasiswa Program Doktor Untuk Dosen Indonesia (PDDI) 2025
ITB membuka pendaftaran calon mahasiswa program Doktor bagi para peminat Program Beasiswa Program Doktor untuk Dosen Indonesia (PDDI) 2025 melalui skema Join Degree dan Double Degree.
Program ini memberikan kesempatan bagi dosen tetap di Indonesia untuk menempuh studi S3 di Institut Teknologi Bandung, maupun program _double degree_ bersama mitra universitas terkemuka dunia, dengan pendanaan penuh dari Kemendikbudristek. Program mencakup berbagai bidang unggulan: teknik, sains, seni rupa, dan manajemen.
Kami mengundang untuk mengikuti Sosialisasi Program Beasiswa PDDI yang akan diselenggarakan pada:
🗓 senin, 9 Juni 2025
🕢 Pukul 19.30 WIB
🔗 http://admission.itb.ac.id/link-sos-pddi
Informasi lengkap dan daftar program studi tersedia pada laman berikut:
🌐 https://admission.itb.ac.id/info/beasiswa-bppi/
Demikian informasi kami sampaikan.
Atas perhatian dan partisipasinya, kami ucapkan terima kasih.
Mahasiswa Aktuaria dan Matematika ITB Ikuti Kuliah Umum Seputar Manajemen Risiko
BANDUNG, itb.ac.id – Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung (FMIPA ITB), melalui mata kuliah AK3291 Lokakarya: Aplikasi Ilmu Aktuaria di Industri dan MA3011 Karir dalam Matematika, mengadakan kuliah umum di ITB Kampus Ganesha, Selasa (22/4/2025).
Kuliah ini menghadirkan Hendra Gunawan, FRM, ERMCP, PFM, alumnus Matematika ITB sekaligus Praktisi dan Konsultan di bidang manajemen risiko.
Dengan mengangkat tema “Risk Management: A Strategic Career for Analytical Mind”, beliau membagikan wawasan mendalam tentang pentingnya manajemen risiko sebagai bidang karier yang strategis, khususnya bagi individu dengan pola pikir analitis.
Beliau berpendapat, orang-orang yang menyukai pertumbuhan (growth mindset) lebih cocok berada di ranah manajemen risiko.
“Kalau teman-teman ingin sukses berkarier di risk management, teman-teman tidak bisa berhenti belajar,” ujarnya, menekankan bahwa bidang ini menuntut pembelajaran terus-menerus untuk menghadapi perbedaan objek permasalahan dan semakin kompleksnya permasalahan yang dihadapi. Dalam menghadapi ketidakpastian, peran manajemen risiko sangat krusial untuk menjaga keseimbangan antara optimisme proyeksi dan kesiapan terhadap skenario terburuk.
“In risk management, we don’t just predict the future, we must prepare for it,” ujarnya.
Dalam sesi tersebut, beliau menekankan bahwa risiko bukan hanya sekadar ancaman, tetapi merupakan ketidakpastian yang berpotensi menghambat tercapainya objektif. Maka dari itu, salah satu tugas utama manajemen risiko adalah menciptakan sekaligus melindungi nilai. “Purpose of risk management adalah create and protective value,” ujarnya
Beliau menjelaskan bahwa manajemen risiko berperan penting dalam industri jasa keuangan, contohnya dalam perbankan. Manajemen risiko dapat berperan dalam memodelkan perilaku nasabah bank untuk memperkirakan jumlah penarikan dana dalam suatu waktu. Dengan proyeksi yang tepat, bank dapat memastikan tersedianya likuiditas yang diperlukan agar memenuhi kewajiban penarikan dana oleh nasabah, sekaligus menyalurkan dana secara optimal melalui kredit atau investasi.
Beliau memaparkan berbagai jenis risiko dalam dunia bisnis maupun industri jasa keuangan, mulai dari credit risk, market risk, liquidity risk, operational risk, legal risk, strategic risk, reputation risk, hingga compliance risk. “Credit risk adalah risiko pertama yang dihadapi semua bank yang ada di dunia,” katanya.
Beliau mendorong mahasiswa mempertimbangkan karier di bidang manajemen risiko, terutama di perusahaan yang memiliki sistem manajemen risiko yang matang. “Risk management adalah salah satu bidang yang tidak bisa digantikan oleh AI,” katanya. Hal itu karena pendekatannya yang selalu disesuaikan dengan kondisi dan karakteristik tiap perusahaan serta dibutuhkan penilaian (sound judgement) dari ahli manajemen risiko dalam pengambilan keputusan.
Reporter: Indra Putra Lohanata (Aktuaria, 2021)
https://itb.ac.id/berita/mahasiswa-aktuaria-dan-matematika-itb-ikuti-kuliah-umum-seputar-manajemen-risiko/62383